Senin, 25 Februari 2013

LAN (LOCAL AREA NETWORK)


PENGERTIAN LAN
Pengertian LAN atau Local Area Network sebetulnya lebih mudah difahami. LAN adalah sebuah jaringan internal yang memiliki kapasitas atau radius yang kecil. Berbeda halnya dengan internet yang memiliki cakupan akses yang mendunia, maka LAN atau local area network hanya berlaku di area area tertentu yang memasangnya, hal ini dikarenakan jaringan yang dibuat masih menggunakan sistem sambungan kabel.
Bagi perusahaan, penggunaan Local Area Network sangat diperlukan. Tujuannya agar sesame personil perusahaan bisa sharing dokumen, informasi atau hal lainnya. Dengan adanya LAN, bisa membuat seorang direktur yang berada di lantai 10, bisa memberikan infomasi tugas berupa data, dokumen, file, dan lain sebagainya dengan semua karyawannya, bahkan yang berada di lantai 1.
Installasi LAN pada dasarnya hampir sama dengan pemasangan jaringan internet untuk warnet, yaitu menghubungkan antara komputer dengan perangkat komputer lainnya menggunakan kabel UTP. Setiap komputer yang dihubungkan tersebut bisa digunakan untuk saling bertukan informasi dan bisa menggunakan sumber daya atau resource yang sama.
Untuk jaringan LAN, kebanyakan yang digunakan adalah teknologi Ethernet IEEE 802,3. Untuk kecepatannya, tentunya tergantung kepada basis teknologi yang digunakan, sebagai dasarnya paling rendah adalah 10 mbps dan paling cepatnya adalah 1000 mbps.
Pengertian LAN sudah pasti dimengerti oleh pihak pihak yang berkutat dalam organisasi, seperti komunitas dan perusahaan, karena mereka sudah pasti mempergunakannya. Namun, untuk lebih lanjut mengenai pengertian LAN bisa dipastikan tidak banyak orang yang tahu, bahwa LAN terdiri dari beberapa komponen, yaitu :
 Server : merupakan sebuah pusat data sumber daya (resource). Network Software : sebuah LAN baru akan bisa difungsikan dengan memasang netwok software. Tanpa ini, maka LAN belum bisa digunakan. Workstation : perangkat komputer yang dihubungkan ke server agar bisa mengambil resource. Link : yaitu tautan antara server dengan workstation yang dihubungkan dengan kabel.
Keuntungan jaringan LAN adalah untuk file sharing (pertukaran file), dapat memakai satu printer yang digunakan untuk seluruh pengguna (printer sharing), data-data yang disimpan pada server dapat diakses oleh semua pengguna dengan LAN sebagai perantaranya, file yang masuk atau keluar dari atau ke server bisa dikendalikan, proses back up data akan menjadi mudah dan cepat, memperkecil resiko kehilangan data yang disebabkan oleh virus komputer, dan komunikasi antar pengguna dapat dilakukan dengan menggunakan chat dan email.

2.    PERANGKAT LAN

1. Repeater

Repeater adalah perangkat keras yang memiliki fungsi utama untuk menghasilkan kembali sinyal listrik dari :
 Pembentukan kembali gelombang
 Penguatan gelombang
 Pewaktuan kembali sinyal


Tujuan digunakannya Repeater

Tujuannya adalah untuk memperluas atau meningkatkan segmen dari LAN melebihi batas kemampuan fisiknya yang biasa didefinisikan dengan nama Physical Layer’s Standard (contohnya Ethernet dengan 500 m dari 10Base5). Segmen LAN adalah jalur logika mirip seperti bus logika yang digunakan oleh semua tipe Ethernet 802.3.

Biasanya repeater digunakan untuk menghubungkan 2 gedung yang berdekatan yang terlalu jauh jika ingin memperluas segmennya. Dia juga dapat digunakan untuk menghubungkan floor dari sebuah bangunan yang melebihi panjang maksimum segmen yang diizinkan.



Karakteristik Repeater Segmen ke Segmen

Repeater bukanlah jaringan “de-segment”. Semua jalur yang nampak pada salah satu sisi dari repeater juga tampak pada kedua sisinya. Repeater hanya menangani karakteristik fisik dan elektrik dari suatu sinyal. Repeater hanya dapat bekerja pada Physical Layer yang sama tipenya. Seperti : Ethernet ke Ethernet, Token Ring ke Token Ring. Dia juga dapat menghubungkan 10Base5 ke 10BaseT sebab keduanya sama-sama menggunakan layer 802.3 MAC.



Pengalamatan Repeater : Lapisan MAC dan Segmen Jaringan

Alamat dari lapisan MAC digunakan untuk mengenali kartu jaringan pada jaringan. Repeater bersifat transparan pada keduanya sisi dari segmen dn pada kedua sisi dapat dilihat semua alamat pada MAC. Hal ini berarti jalur traffic apapun pada floor 1 dapat terlihat pada floor 5 dan sebaliknya.





Repeater tidak memberikan isolasi di antara segmen-segmen, sehingga hanya ada satu daerah tabrakan. Ketika menggunakan repeater harus dipastikan bahwa waktu tunda propagasi keseluruhan tidak melebihi lapisan fisik standar yang sedang digunakan. Anda dapat memparalel segmen dengan menggunakan multiport repeater. Multiport repeater mempunyai beberapa input dan output. Dan perlu diingat bahwa semua floor mempunyai nomor segmen yang sama. Dan tidak dibolehkan untuk membuat sebuah loop di antara 2 segmen dengan menggunakan dua buah repeater.


2. Hubs dan Switch

Hub disebut juga sebagai Multiport Repeater atau Concentrators. Beberapa hub ada yang tidak memakai microprosessor. Sedangkan Hub yang Inteligent (pintar, yang memakai Mikroprosessor) dapat mengadakan diagnosa dasar dan mengadakan test node untuk melihat apakah mereka terhubung dengan benar. Jika tidak maka Smart Hub atau Intelligent Hub akan menghilangkan titik atau node tersebut dari jaringan. Beberapa Smart Hub dapa dipoll dan diatur secara terpisah.


Tujuan digunakannya Hub

Hub digunakan untuk memberikan Topologi Bintang Fisik (Physical Star Topology) . Topologi Logika adalah topologi yang tergantung pada Medium Access Control Protocol. Kemudian di tengah-tengah dari bintang adalah Hub dengan node-node jaringan pada pinggir bintang seperti pada gambar berikut :



keuntungan dari topologi ini adalah lebih mudah untuk memelihara dan mengatasi masalah pada jaringan yang besar. Anda dapat dengan mudah mengubah suatu workstation menjadi star topology dengan mengubah koneksi dari hub di bagian pusat dari pengkabelan. Seperti pada gambar berikut :






Kerugian dari Star Topology adalah :
 Kegagalan dari Hub dapat mengagalkan bagian utama dari jaringan.
 Star Topology membutuhkan pengkabelan lebih banyak dibandingkan dengan Bus Topology atay Ring Topology, karen semua stasiun harus dihubungkan ke hub, bukan ke stasiun berikutnya.


Karakteristik Hub Segmen ke Segmen

Untuk dapat memahami karakteristik Hub segmen ke segmen yang pertama kali harus dilakukan adalah menentukan bagaimana cara merekan beroperasi. Secara logika merekan seperti Topologi Bus dan secara fisik seperti Topologi Bintang. Berikut ini adalah skema bagian dalam dari Hub :




Jaringan Hub secara Cascade

Mengkaskade Hub berarti menghubungkan Hub secara bersama-sama dengan menggunakan port RJ45. satu Hub Master (Level 1) dihubungkan dengan banyak level 2 (Slave) yang merupakan master hari Level 3 (Hub). Jumlah maksimum stasiun Hub pada jaringan ini terbatas sampai 128.

Gambarnya sebagai berikut :




Jaringan Backbone (Tulang Punggung)

Pada jaringan Backbone, tidak ada Master Hub. Pada Level 1 Hub dihubungkan denga melalui port AUI ke Coax Backbone. Untuk Coax yang tipis lebih dari 30 hub dapat dihubungkan secara bersama. Kemudian untuk kabel koaksial (Coax) yang tebal lebih dari 100 hub dapat dihubungkan secara bersama. Dengan model ini lebih dari 1024 stasiun Hub dapat dibuat pada jaringan. Gambarnya sebagai berikut :




Pengalamatan Hub

Karena Hub tersusun dari banyak repeater dalam satu kotak, maka sembarang jalur network di antara nodenya dapat disambung untuk jaringan tersebut.


Half-Duplex & Full-Duplex Ethernet Hubs

Full-Duplex Ethernet Hub adalah Hub yang dapat digunakan untuk komunikasi 2 arah antara Hub-Hub dengan bandwith ganda dari 10 Mbps sampai 20 Mbps. Sedangkan Half-Duplex Hub hanya dapat digunakan untuk komunikasi satu arah dengan bandwith setengah dari bandwith untuk Hub Full-Duplex.


Penyakelaran Hub

Penyakelaran Hub yakni Hub dapat langsung mengganti port antara yang satu dengan yang lain. Cara kerjanya mirip dengan Hub untuk Full-Duplex. Dan memiliki bandwith 10 Mbps per saluran untuk tiap port


Fungsi Switch

Switch memiliki fungsi yang hampir sama dengan Hub yakni untuk menghubungkan komputer-komputer dalam jaringan atau antar jaringan lokal tersebut dengan jaringan yang lebih besar lagi seperti Internet.


Cara Kerja Switch

Cara kerja switch mirip juga dengan cara kerja Hub hanya saja switch biasanya sudah dilengkapi dengan Mikroprosessor sehingga ia lebih pintar dibandingkan dengan Hub. Selain itu Switch juga memiliki kecepatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Hub dan juga bandwidth yang lebih tinggi. Namun harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan Hub.


3. Bridges

Bridge adalah perangkat yang terdiri atas hardware dan software. Dia dapat berdiri sendiri (tidak terpasang ke komputer).


Tujuan digunakannya Bridge
 Untuk mengisolasi jaringan dengan alamat MAC
 Untuk mengatur lalu lintas jaringan dengan pemfilteran paket.
 Untuk menerjemahkan dari satu protokol ke protokol yang lain.


Karakteristik Bridge Segmen ke Segmen

Ada dua tipe bridge yakni Local Bridge dan Remote Bridge.

Local Bridge digunakan untuk jaringan lokal yang terpisah. Dimana 2 segmen tersebut secara fisik cukup dekat seperti : di dalam gedung yang sama, dan sebagainya.

Remote Bridge, biasa digunakan secara berpasangan dan jaringan secara sedikit terpisah namun bukan jaringan lokal. 2 segmen biasanya terletak cukup jauh misalnya dalam gedung yang berbeda, floor yang berbeda dan sebagainya. Remote bridge adalah setengah dari bridge biasa dan dapat menggunakan beberapa media komunikasi yang berbeda.
Metodologi Bridge

Ada 3 metodologi bridge yang utama yang digunakan untuk menghubungkan LAN yakni :
 Transparant Bridges
 Spanning Tree Protocol
 Souce Routing



Transparant Bridges biasanya dibangun untuk membantuk koneksi dari jaringan Ethernet. Spanning Tree Protocol biasanya dibangun untuk meningkatkan kemampuan dari Transparant Bridges. Source Routing Bridges biasanya digunakan oleh Token Ring. Source Routing Bridges membutuhkan pemahaman konsep dari Token Ring.
Alasan Digunakannya Bridge

Ada 4 alasan mengapa digunakan Bridge yaitu :

1. Keamanan : Lindungi atau hentikan jaringan dari mengirimkan data yang sensitif.

2. Bandwith : mengurangi lalu lintas dengan segmentasi

3. Reliability : jika satu segmen jatuh atau gagal, maka dia tidak akan menganggu kinerja keseluruhan jaringan.

4. Translasi : Mentranslasikan Data Link Protokol yang berbeda seperti dari Token Ring ke Ethernet.


Pengalamatan Bridge

Bridge bekerja pada Data Link Layer dan mengenali Alamat MAC. Spanning Tree Protocol menambahkan sebuah Bridge Protocol Data Unit (DPDU) untuk Bridge untuk komunikasi Bridge. Source Route Bridge dan Token Ring menyediakan Komunikasi Data Link Layer khusus .

4. Routers

Router adalah perangkat yang berupa hardware dan software. Dia dapat dipasang pada collapsed backbone, juga sebagai perangkat yang berdiri sendiri (rack mount atau dekstop) atau software yang dapat berjalan sebagai server file dengan 2 NIC.


Tujuan dipakainya Router

Tujuan dipakainya Router adalah untuk menghubungkan titik-titik yang melewati sebuah internetwork tanpa memperhatikan dari lapisan fisik dan protokol Data Link Layer yang digunakan. Router dapat mengetahui jenis protokol Network Layer yang digunakan seperti : Novell’s IPX, Unix’s IP, XNS, Apples DDP, dan sebagainya. Tetapi dia tidak dapat mengenali beberapa tipe media atau frame yang digunakan seperti Ethernet, Token Ring, FDDI, X.25 dan sebagainya.


Pengalamatan Router

Router mengkombinasikan Nomor Network dan Alamat Node untuk membuat alamat sumber dan destinasi dalam jalur Network Layer PDU dapat melewati jaringan. Router harus mengetahui nama dari segmen yang akan dilewati dan juga nama segmen atau nomornya yang akan dari PDU. Dia juga harus mengetahui alamat Node yakni : alamat MAC untuk Novell dan alamat IP untuk TCP/IP.

Senin, 18 Februari 2013

Pengertian dan Sejarah Jaringan Komputer


Pengertian Jaringan Komputer
 
Jaringan komputer adalah sekumpulan komputer, serta perangkat-perangkat lain pendukung komputer yang saling terhubung dalam suatu kesatuan. Media jaringan komputer dapat melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling melakukan pertukaran informasi, seperti dokumen dan data, dapat juga melakukan pencetakan pada printer yang sama dan bersama-sama memakai perangkat keras dan perangkat lunak yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, ataupun perangkat-perangkat yang terhubung dalam suatu jaringan disebut dengan node. Dalam sebuah jaringan komputer dapat mempunyai dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.
 
jaringan komputer.jpg
Ilustrasi jaringan komputer (google search)
 
 
Sejarah Jaringan Komputer
 
1940 merupakan tahun di mana munculnya konsep jaringan komputer di Amerika. Konsep itu digagas oleh proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Universitas Harvard yang dipimpin profesor Howard Aiken. Pada awalnya proyek itu hanya ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer untuk digunakan bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian
 
Selanjutnya pada tahun 1950 ketika berbagai jenis komputer mulai berkembang hingga hadirnya super komputer, maka sebuah komputer harus melayani beberapa tempat yang tersedia, untuk mendukung hal tersebut di atas, ditemukanlah konsep distrubusi proses berdasarkan waktu yang disebut dengan nama Time Sharing System atau disingkat TSS. Mulai saat itulah untuk pertama kalinya bentuk jaringan komputer diterapkan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah komputer atau perangkat lain yang terhubung dalam suatu jaringan komputer. Dalam proses TSS telah mulai terlihat perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.
 
Departemen Pertahanan Amerika, U.S. yaitu DARPA atau Defense Advanced Research Projects Agency memutuskan untuk mengadakan penelitian yang tujuannya untuk mengkoneksikan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik pada tahun 1969. Program penelitian itu dikenal dengan sebutan ARPANET.
 
Kemudian pada tahun 1970, telah lebih dari sepuluh komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan. Pada tahun 1970 itu juga setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi atau Distributed Processing. Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dalam proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.
 
 
Copyright Citra Luthfiyani's Blog 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .